|
![]() LELAKI pengecup mawar itu membayangkan bibir kekasihnya yang membisikkan sebuah rahasia dan dia pun menjelma jadi kupu-kupu buta sehingga ia hanya membayangkan gairah warna dari sejuk embun yang membekas di lembar-lembar mahkota yang gugur seperti kata yang gagal diucapkannya dan ada yang masih ingin disentuhkannya pada kelopak yang tersisa tetapi angin telah menunggunya di luar taman dan dia pun ikhlas menjauh meski ingin sekali ia memberanikan diri mengucapkan sebuah janji yang sudah lama ia persiapkan. Hasan Aspahani |
| Mardhiah January 12, 2009 08:31 AM PST How sad, angin memang jahat! :) Kenapa tak lawan aje angin tu? | ||
| Leave a Comment: |